Mesothelioma akibat inhalasi debu asbes

Authors

  • Tjam Diana Samara Universitas Trisakti
  • Meylan Fitriyani Universitas Trisakti
  • Paluvi Safitri Universitas Trisakti
  • Puti Shahnaz Universitas Trisakti
  • Isra Sabrina Universitas Trisakti
  • Syadza Maisarah Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2020.v3.193-200

Keywords:

pleural mesothelioma, cancer, inhalation, asbestos dust

Abstract

Mesothelioma adalah kanker yang berkembang mengenai lapisan paru-paru, adomen, atau jantung. Risiko mesothelioma tidak turun dari waktu kewaktu setelah paparan asbes berhenti. Sebanyak 80% mesothelioma disebabkan oleh inhalasi debu asbes. Masa laten mesothelioma dapat terjadi 10 sampai 50 tahun. Mesothelioma pleura adalah mesothelioma yang paling sering ditemukan dengan gejala sesak nafas, batuk kering, nyeri dada, hemoptoe, mudah lelah, demam disertai keringat terutama malam hari, berat badan menurun, dan efusi pleura. Standar penegakan diagnosis mesothelioma pleura dapat dilakukan dengan beberapa pilihan pemeriksaan antara lain rontgen thoraks, Computed Tomography (CT) Scan, Positron-Emission Tomography (PET) Scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Terapi mesothelioma terutama pada mesothelioma pleural dapat dilakukan pembedahan, kemoterapi, radioterapi atau kombinasi dari keduanya atau lebih atau yang disebut sebagai terapi multimodal. Prognosis untuk kanker mesothelioma umumnya buruk dan banyak pasien yang hidup kurang dari satu tahun.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Tjam Diana Samara, Universitas Trisakti

Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Meylan Fitriyani, Universitas Trisakti

Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Paluvi Safitri, Universitas Trisakti

Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Puti Shahnaz, Universitas Trisakti

Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Isra Sabrina, Universitas Trisakti

Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Syadza Maisarah, Universitas Trisakti

Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published

2020-12-31

How to Cite

1.
Samara TD, Fitriyani M, Safitri P, Shahnaz P, Sabrina I, Maisarah S. Mesothelioma akibat inhalasi debu asbes. J Biomedika Kesehat [Internet]. 2020 Dec. 31 [cited 2021 Feb. 27];3(4):193-200. Available from: http://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/143

Issue

Section

Review Article