Program remedial dan angka putus studi mahasiswa kedokteran

Authors

  • Revalita Wahab Universitas Trisakti
  • Purnamawati Tjhin Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2021.v4.50-56

Keywords:

dropout, medical student, remedial programme

Abstract

LATAR BELAKANG
Walaupun penyusunan kurikulum Pendidikan Kedokteran telah disusun sedemikian rupa supaya dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang ditetapkan, tetap ada mahasiswa yang mengalami putus studi. Prevalensi putus studi secara umum pada tahun 2017 sebesar 2.8% mahasiswa yang terdaftar di Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri di Indonesia mengalami putus studi dan 3.7% mahasiswa terdapat di Jakarta. Putus studi dapat berdampak negatif untuk masyarakat, profesi dan institusi, sehingga perlu upaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan program remedial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program remedial dalam menurunkan angka putus studi mahasiswa kedokteran.

METODE
Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional pada 228 mahasiswa angkatan 2013-2017, menggunakan data sekunder meliputi jenis kelamin, tahun masuk kuliah, dan status putus studi. Kriteria inklusi sampel adalah mahasiswa yang termasuk pada kategori terancam putus studi. Analisis data dengan uji Chi-square, dengan tingkat kemaknaan 95%.

HASIL
Prevalensi putus studi sebesar 12.7%. Sebagian besar responden yang terancam putus studi berjenis kelamin perempuan (68.9%) dan merupakan mahasiswa program non remedial (64%). Tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin dan angka putus studi (p=0.989). Perempuan dan laki-laki memiliki peluang yang sama untuk terjadi putus studi. Mahasiswa yang termasuk angkatan program remedial memiliki angka putus studi yang lebih tinggi (18.3%) dibandingkan dengan mahasiswa yang termasuk angkatan non-remedial (9.6%), walaupun secara statistik tidak bermakna (p=0.058).

KESIMPULAN
Prevalensi putus studi mahasiswa kedokteran tahun 2013-2017 sebesar 12.7%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dan program remedial dengan terjadinya putus studi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Revalita Wahab, Universitas Trisakti

Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Purnamawati Tjhin, Universitas Trisakti

Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published

2021-06-30

How to Cite

1.
Wahab R, Tjhin P. Program remedial dan angka putus studi mahasiswa kedokteran. J Biomedika Kesehat [Internet]. 2021 Jun. 30 [cited 2021 Aug. 2];4(2):50-6. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/161

Issue

Section

Original Article