Hubungan tingkat kontrol dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma

Authors

  • Nur Anniesa Indayani Imran Universitas Trisakti
  • Rita Khairani Universitas Trisakti
  • Febrina Susanti RSUD Budhi Asih

DOI:

https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2018.v1.152-157

Keywords:

asma, tingkat kontrol asma, arus puncak ekspirasi

Abstract

LATAR BELAKANG
Asma adalah penyakit heterogen, yang ditandai dengan peradangan jalan napas kronik dan masih menjadi masalah kesehatan di semua negara. Menurut data Riskesdas 2013 prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5%. Pada pasien asma, obat pelega jangka pendek dan pengontrol jangka panjang digunakan untuk mempertahankan asma dalam keadaan terkontrol. Tingkat kontrol asma dapat dinilai secara subjektif dengan menggunakan kuisioner tingkat kontrol spesifik dan secara obyektif dengan pengukuran fungsi paru salah satunya arus puncak ekspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma.

METODE
Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Sampel berjumlah 57 orang menggunakan consecutive non random sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan November–Desember 2017. Data untuk menilai tingkat kontrol diperoleh dengan kuesioner ACT dan data fungsi paru menggunakan peak flow meter untuk mengukur arus puncak ekspirasi. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0.05.

HASIL
Sebanyak 82.5% pasien dengan asma tidak terkontrol dan 86% dengan arus puncak ekspirasi berada di zone merah. Tidak terdapat hubungan bermakna tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma (p=0.137).

KESIMPULAN
Tidak terdapat hubungan bermakna tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2018-09-30

How to Cite

1.
Imran NAI, Khairani R, Susanti F. Hubungan tingkat kontrol dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma. J Biomedika Kesehat [Internet]. 2018 Sep. 30 [cited 2021 Oct. 24];1(2):152-7. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/43

Issue

Section

Original Article