Prevalensi masalah kesehatan mata di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk

  • Fransisca Stefanie Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk

Abstract

LATAR BELAKANG
Gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi masalah di Indonesia. Akibat dari gangguan penglihatan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita dan juga orang di sekelilingnya. Puskesmas sebagai pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran dalam gangguan penglihatan dan kebutaan. Banyak usaha dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan penglihatan. Upaya deteksi dini, pengobatan penyakit mata dan rujukan bagi kasus sulit telah dilakukan. Pencatatan kasus mata di Puskesmas juga memiliki peran di mana dapat memberikan informasi mengenai masalah kesehatan mata di fasilitas tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi masalah mata di Puskesmas Kecamatan Kebun Jeruk.

METODE
Penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Data diperoleh dari data sekunder. Sebanyak 320.809 pasien berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk terhitung bulan Januari hingga Juli 2018. Dan kasus mata yang ditangani di Puskesmas sebanyak 3623 kasus. Hasil dianalisa dengan SPSS V21.

HASIL
Hasilnya adalah kasus mata terbanyak adalah kelainan lensa (39%), kelainan konjungtiva (29%), kelainan kelopak, sistem lakrimalis dan orbita (22%), sebesar 3% kelainan sklera, iris, dan korpus siliaris, kelainan koroid dan retina, dan glaukoma, dan sebesar 1% kelainan korpus vitreus dan bola mata.

KESIMPULAN
Kelainan Lensa masih menjadi penyebab tertinggi masalah kesehatan Mata di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk.

Published
2018-09-30
How to Cite
1.
Stefanie F. Prevalensi masalah kesehatan mata di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Sep.2018 [cited 21Nov.2018];1(2):140-4. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/45
Section
Original Article