Hubungan antara konsumsi vitamin D dan gangguan depresi pada lanjut usia

  • Laksmita Dwana Universitas Trisakti
  • Nugroho Abikusno Universitas Trisakti

Abstract

LATAR BELAKANG
Depresi merupakan salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus dikarenakan penyebarannya yang sudah cukup mengglobal dan lansia merupakan penderita utamanya. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti riwayat kejiwaan hingga nutrisi. Berbagai penelitian menunjukkan adanya perbedaan kesehatan mental berdasarkan kecukupan konsumsi vitamin D. Oleh karenanya, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara konsumsi vitamin D dan gangguan depresi pada lanjut usia.

METODE
Penelitian menggunakan studi observasional dengan desain potong lintang di Panti Sosial Tresna Werda Budi Mulia 2. Data dikumpulkan dengan cara wawancara terpimpin menggunakan kuesioner yang meliputi usia, jenis kelamin, kuesioner frekuensi makanan, dan skala depresi geriatrik. Analisis data menggunakan program statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05.

HASIL
Dari 79 responden, terdapat 82,3% berusia Young-Old, 50,6% dengan jenis kelamin perempuan, 93,7% kurang mengkonsumsi vitamin D, 68,4% mengkonsumsi vitamin D di bawah rata-rata, dan 50,6% mengalami depresi. Rata-rata konsumsi vitamin D adalah 5,05 mcg. Hubungan antara usia, jenis kelamin, konsumsi vitamin D, dan rata-rata konsumsi vitamin D dengan gangguan depresi memiliki nilai p > 0,05.

KESIMPULAN
Penelitian ini menujukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, konsumsi vitamin D, dan gangguan depresi pada lansia.

Published
2018-12-31
How to Cite
1.
Dwana L, Abikusno N. Hubungan antara konsumsi vitamin D dan gangguan depresi pada lanjut usia. J Biomedika Kesehat [Internet]. 31Dec.2018 [cited 20Jul.2019];1(3):179-84. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/59
Section
Original Article