Hubungan tingkat kemandirian dan kebugaran dengan kualitas hidup lansia

  • Berka Phillia Ningrum Universitas Trisakti
  • Fransisca Chondro Universitas Trisakti

Abstract

LATAR BELAKANG
Data kependudukan Indonesia menunjukkan peningkatkan populasi lansia setiap tahunnya. Kondisi ini berdampak pada peningkatkan prevalensi penyakit degeneratif pada lansia yang kemudian berdampak pada tingkat kemandirian dan kebugaran lansia. Penelitian yang sudah dilakukan masih menunjukkan kontroversi kedua kondisi tersebut di atas dengan kualitas hidup lansia.

METODE
Penelitian ini merupakan peneliitan potong silang yang dilakukan pada 86 lansia di RW 01 Jelambar Baru, Jakarta Barat. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner Barthel Index untuk mengukur tingkat kemandirian, Non exercise fitness test untuk mengukur tingkat kebugaran dan WHOQOL-BREF untuk mengukur tingkat kualitas hidup responden. Analisa bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian dan kebugaran dengan kualitas hidup lansia, menggunakan uji statistik Fisher's Exact Test dan Chi Square dengan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0.05.

HASIL
Analisis hubungan tingkat kemandirian dengan kualitas hidup lansia menggunakan Fisher’s Exact Test, di dapatkan hasil p=0.235. Analisis hubungan tingkat kebugaran dengan kualitas hidup lansia menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil p=0.708.

KESIMPULAN
Tidak terdapat hubungan antara tingkat kemandirian dan kebugaran dengan kualitas hidup lansia.

Published
2019-12-30
How to Cite
1.
Ningrum B, Chondro F. Hubungan tingkat kemandirian dan kebugaran dengan kualitas hidup lansia. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Dec.2019 [cited 26Nov.2020];2(4):138-43. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/103
Section
Original Article