Retinoblastoma: Masalah dan hambatan dalam mendiagnosis

  • Mohammad Haikal Bakry Klinik Pratama Mulya, Pekanbaru, Riau
  • Riana Rahmadhany Klinik Pratama Mulya, Pekanbaru, Riau

Abstract

Retinoblastoma adalah keganasan intraokular yang paling sering dialami oleh neonatus dan anak-anak, dengan insidens terjadinya yaitu 1 per 15.000-20.000 kelahiran dan sekitar 3% dari total keganasan yang terjadi pada anak. Diagnosis dan penanganan retinoblastoma yang terlambat terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia mengakibatkan terjadinya metastasis ekstraokular, kehilangan penglihatan dan kematian. Pada negara-negara berkembang, kira-kira setengah populasi anak yang terdiagnosis retinoblastoma meninggal, diduga karena baru terdiagnosis saat stadium penyakit yang sudah lanjut, sementara hanya 3-4% anak yang terdiagnosis di negara maju (Amerika dan Eropa) meninggal karena lebih awal dalam mendiagnosis dan penatalaksaan yang lebih komprehensif. Retinoblastoma adalah keganasan intraokular yang paling sering dialami oleh neonatus dan anak-anak, dengan insidens terjadinya yaitu 1 per 15.000-20.000 kelahiran dan sekitar 3% dari total keganasan yang terjadi pada anak. Diagnosis dan penanganan retinoblastoma yang terlambat terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia mengakibatkan terjadinya metastasis ekstraokular, kehilangan penglihatan dan kematian. Pada negara-negara berkembang, kira-kira setengah populasi anak yang terdiagnosis retinoblastoma meninggal, diduga karena baru terdiagnosis saat stadium penyakit yang sudah lanjut, sementara hanya 3-4% anak yang terdiagnosis di negara maju (Amerika dan Eropa) meninggal karena lebih awal dalam mendiagnosis dan penatalaksaan yang lebih komprehensif.Adanya hambatan dalam mendiagnosis secara dini pada negara berkembang dikarenakan belum baiknya sistem asuransi kesehatan, kurangnya komunikasi dan kerjasama pihak- pihak yang terlibat, masih terbatasnya peralatan penunjang diagnosis dan kurang efisiennya sistem rujukan.  Hambatan lain termasuk faktor pendidikan, kultural dan ekonomi.Pemberian penanganan yang optimal pada retinoblastoma adalah suatu hal yang kompleks dan memerlukan sebuah tim yang terdiri dari berbagai macam bidang dan disiplin ilmu. Namun pembentukan tim yang seperti itu tentu saja akan menghadapi berbagai macam tantangan khususnya pada keadaan dan daerah yang memiliki sumber daya yang terbatas.

Author Biographies

Mohammad Haikal Bakry, Klinik Pratama Mulya, Pekanbaru, Riau

Dokter Umum Klinik Pratama Mulya, Pekanbaru, Riau

Riana Rahmadhany, Klinik Pratama Mulya, Pekanbaru, Riau

Dokter Umum Klinik Pratama Mulya, Pekanbaru, Riau

Published
2019-12-31
How to Cite
1.
Bakry M, Rahmadhany R. Retinoblastoma: Masalah dan hambatan dalam mendiagnosis. J Biomedika Kesehat [Internet]. 31Dec.2019 [cited 5Aug.2020];2(4):162-8. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/94
Section
Review Article