Kanker serviks dan gen Fas-promoter-670

  • MLE Parwanto Universitas Trisakti

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan pada serviks. Jenis kanker tersebut terjadi pada perempuan dan masih menjadi masalah di Indonesia. Indonesia merupakan negara urutan ke 4 di Asia Tenggara dengan insiden kanker serviks terbesar setelah Kamboja, Myanmar dan Thailand. Berdasar data statistik tahun 2012, tingkat insidensi (incidence rate) kanker serviks di Indonesia 17 per 100.000 perempuan per tahun.(1)

Telah terbukti bahwa penyebab primer terjadinya kanker serviks yaitu virus papilloma atau yang lebih dikenal dengan istilah “human papillomavirus (HPV)”. Terdapat beberapa jenis serotype HPV, tetapi tidak semua jenis serotype bersifat progesif menjadikan kanker serviks. Salah satu serotype yang bersifat progesif menjadikan kanker serviks yaitu HPV serotype 16. HPV serotype 16 mampu mengubah sel epitel squamosa serviks (cervical-squamous-epithelial cells=CSEC) normal menjadi lesi intraepitelial squamosa tingkat rendah (low-grade squamous intraepithelial lesion=LSIL) atau neoplasia intraepitel serviks (cervical intraepithelial neoplasia=CIN) 1. Selanjutnya, LSIL atau CIN 1 berkembang menjadi lesi intraepitelial squamosa tingkat tinggi (high-grade squamous intraepithelial lesion=HSIL) atau CIN 2, dan akhirnya menjadi kanker serviks yang invasif (invasive cervical cancer=CIN3).(2)

Author Biography

MLE Parwanto, Universitas Trisakti

Departemen Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published
2019-09-29
How to Cite
1.
Parwanto M. Kanker serviks dan gen Fas-promoter-670. J Biomedika Kesehat [Internet]. 29Sep.2019 [cited 14Oct.2019];2(3):90-1. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/99
Section
Editorial