Fenotip equol-producer dan hubungannya dengan asupan isoflavon dan kesehatan

  • Elly Herwana Universitas Trisakti

Abstract

Distribusi penyakit osteoporosis, penyakit kardiovaskuler, dan kanker yang berbeda antara populasi Asia dan Kaukasia membawa pemikiran atas keterkaitannya dengan perbedaan variasi diet antara kedua populasi. Studi epidemiologi menunjukkan asupan isoflavon kedelai pada populasi Asia jauh lebih tinggi daripada populasi Kaukasia. Isoflavon disebut sebagai fitoestrogen  karena derivat isoflavon yaitu genistein, daidzein dan equol (metabolit daidzein) memiliki struktur molekul yang menyerupai  estrogen dan dapat berikatan pada reseptor estrogen sebagai agonis lemah. Terikatnya derivat isoflavon dengan reseptor estrogen akan memberikan efek menyerupai estrogen (estrogen like effect). Berbagai hasil penelitian menunjukkan asupan dan suplementasi isoflavon berperanan pada penyakit yang didasari oleh defisiensi hormon estrogen antara lain mengurangi gejala premenopausal, menghambat osteoporosis, dan memberikan efek proteksi terhadap kanker payudara dan prostat. Di antara derivat isoflavon yang ada equol menunjukkan efek estrogenik yang lebih tinggi daripada derivat isoflavon lainnya. Kemampuan individu untuk memprodukasi equol tidak sama, sehingga individu dapat dibedakan sebagai fenotip equol-producer dan non-equol-producer. Hasil studi juga mengindikasikan adanya keterkaitan antara efek isoflavon dengan fenotip equol-producer.

Author Biography

Elly Herwana, Universitas Trisakti

Departemen Farmakologi dan Farmasi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published
2020-09-30
How to Cite
1.
Herwana E. Fenotip equol-producer dan hubungannya dengan asupan isoflavon dan kesehatan. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Sep.2020 [cited 26Nov.2020];3(3). Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/139
Section
Review Article