Peningkatan asupan kalsium menghambat penurunan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause

  • Sarah Hayati Universitas Trisakti
  • Elly Herwana Universitas Trisakti

Abstract

LATAR BELAKANG
Osteoporosis banyak terjadi pada perempuan pascamenopause dengan prevalensi 32.3% pada penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 50 tahun. Kalsium merupakan mineral utama pada tulang yang dianggap berperan dalam remodeling tulang. Percepatan remodeling tulang berdampak pada penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara asupan kalsium dengan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause.

METODE
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain potong lintang yang dilakukan pada perempuan pascamenopause. Pengukuran untuk asupan kalsium dari makanan dinilai menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Kepadatan tulang dinilai menggunakan calcaneal quantitative ultrasound (CQU). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.

HASIL
Sebanyak 92 perempuan pascamenopause berusia 48-60 tahun menjadi subjek penelitian. Hasil analisis asupan kalsium dengan FFQ menunjukkan sebanyak 63 (68.5%) subjek dengan asupan kalsium kategori kurang dan 29 (31.5%) subjek dengan asupan kalsium cukup (31.5%). Pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan CQU, menunjukkan sebanyak 19 (20.7%) subjek termasuk kategori kepadatan tulang normal, dan 44 (47.5%) subjek dengan osteopenia dan 29 (31.5%) subjek dengan osteoporosis. Analisis statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause (p=0.010).

KESIMPULAN
Peningkatan asupan kalsium menghambat penurunan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause.

Published
2018-09-30
How to Cite
1.
Hayati S, Herwana E. Peningkatan asupan kalsium menghambat penurunan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Sep.2018 [cited 21Nov.2018];1(2):145-51. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/7
Section
Original Article