Hubungan merokok dan katarak pada usia 45-59 tahun

  • Gusta Nieskala Lumunon Universitas Trisakti
  • Erlani Kartadinata Universitas Trisakti

Abstract

LATAR BELAKANG
Katarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Dikatakan bahwa di dalam rokok terdapat tembakau yang didalamnya mengandung nikotin, radikal bebas, dan karbon monoksida, yang dapat meningkatkan stres oksidatif dan memiliki peran penting dalam patogenesis katarak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara merokok dan katarak.

METODE
Penelitian ini menggunakan metode case control study. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan data sekunder rekam medik katarak dan kuesioner indeks Brinkman di Rumah Sakit Haji Jakarta Timur pada bulan September-Oktober 2019. Jumlah rekam medik sebanyak 74 buah yang terdiri dari 37 sampel katarak dan 37 sampel tidak katarak sebagai kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square.

HASIL
Sebanyak 27 responden (73.0%) menderita katarak dan merokok, 10 responden (27.0%) menderita katarak dan tidak merokok. Kemudian untuk kontrol didapatkan 15 responden (40.5%) tidak menderita katarak dan merokok, 22 responden (59.5%) tidak menderita katarak dan tidak merokok. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara merokok dan katarak denganĀ  p=0,005 (p < 0.05).

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara merokok dan katarak.

Author Biography

Erlani Kartadinata, Universitas Trisakti

Departemen Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published
2020-09-30
How to Cite
1.
Lumunon G, Kartadinata E. Hubungan merokok dan katarak pada usia 45-59 tahun. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Sep.2020 [cited 26Nov.2020];3(3). Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/141
Section
Original Article