Hubungan antara merokok dan katarak pada usia 45-59 tahun

Authors

  • Gusta Nieskala Lumunon Universitas Trisakti
  • Erlani Kartadinata Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2020.v3.126-130

Keywords:

merokok, katarak, lensa, lanjut usia

Abstract

LATAR BELAKANG
Katarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Di dalam rokok terdapat tembakau yang didalamnya mengandung nikotin, radikal bebas, dan karbon monoksida, yangdapat meningkatkan stres oksidatif dan memiliki peran penting dalam patogenesis katarak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara merokok dan katarak pada usia 45-59 tahun.

METODE
Penelitian ini menggunakan metode case control study. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan data sekunder rekam medik katarak dan kuesioner indeks Brinkman di Rumah Sakit Haji Jakarta Timur pada bulan September-Oktober 2019. Jumlah rekam medik sebanyak 74 sampel yang terdiri dari 37 sampel katarak dan 37 sampel tidak katarak sebagai kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square.

HASIL
Sebanyak 27 responden (73.0%) menderita katarak dan merokok, 10 responden (27.0%) menderita katarak dan tidak merokok. Kemudian untuk kontrol didapatkan 15 responden (40.5%) tidak menderita katarak dan merokok, 22 responden(59.5%) tidak menderita katarak dan tidak merokok. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara merokokdan katarakdengan p=0.005 (p < 0.05).

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara merokok dan katarak.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Erlani Kartadinata, Universitas Trisakti

Departemen Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published

2020-09-30

How to Cite

1.
Lumunon GN, Kartadinata E. Hubungan antara merokok dan katarak pada usia 45-59 tahun. J Biomedika Kesehat [Internet]. 2020 Sep. 30 [cited 2021 Aug. 2];3(3):126-30. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/141

Issue

Section

Original Article