Hubungan sikap tubuh saat bekerja dengan keluhan muskuloskeletal akibat kerja pada karyawan

  • Queena Raihan Salsabila Universitas Trisakti
  • Magdalena Wartono Universitas Trisakti

Abstract

LATAR BELAKANG
Gangguan muskuloskeletal akibat kerja adalah gangguan pada struktur muskuloskeletal pada leher, punggung, ekstremitas atas dan bawah yang disebabkan oleh mikro-trauma kumulatif akibat biomekanikal atau pajanan lain dari pekerjaan. Gangguan ini jarang mengancam jiwa, tetapi dapat meningkatkan absenteisme, menurunkan produktivitas kerja, menurunkan kualitas hidup, dan meningkatkan beban finansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan risiko sikap tubuh saat bekerja dengan timbulnya keluhan muskuloskeletal. Selain itu penelitian juga melihat faktor lain seperti masa kerja dan karakteristik jenis kelamin serta hubungannya dengan keluhan muskuloskeletal.

METODE
Penelitian menggunakan studi observasional analitik cross-sectional dengan jumlah responden 60 pekerja kantor. Risiko sikap kerja dinilai dengan menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan keluhan muskuloskeletal dinilai dengan menggunakan Nordic Body Map (NBM). Selain itu juga dikumpulkan data tentang jenis kelamin dan masa kerja. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan ujiĀ Fisher.

HASIL
Hampir sebagian besar pekerja (91.7%) mengalami keluhan muskuloskeletal dan sebagian besar di antaranya adalah pekerja laki-laki (96.9%). Keluhan muskuloskeletal yang tinggi didapatkan pada pekerja yang sudah bekerja lebih dari 4 tahun (96.7%) dan juga pada pekerja dengan sikap kerja berisiko tinggi (90%) namun berdasarkan hasil uji statistik tidak didapatkan hubungan antara jenis kelamin, masa kerja dan tingkat risiko sikap tubuh dengan keluhan muskuloskeletal (p> 0.005).

KESIMPULAN
Prevalensi keluhan muskuloskeletal pada pekerja kantor sangat tinggi demikian juga dengan tingkat risiko sikap tubuh saat bekerja. Pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara risiko sikap tubuh, jenis kelamin dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal. Dengan demikian perlu diteliti faktor-faktor lain yang mungkin menyebabkan keluhan ini. Walaupun tidak didapatkan hubungan yang bermakna, angka prevalensi yang tinggi ini perlu menjadi perhatian bagi perusahaan.

Author Biography

Magdalena Wartono, Universitas Trisakti

Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published
2020-12-31
How to Cite
1.
Salsabila Q, Wartono M. Hubungan sikap tubuh saat bekerja dengan keluhan muskuloskeletal akibat kerja pada karyawan. J Biomedika Kesehat [Internet]. 31Dec.2020 [cited 22Jan.2021];3(4):169-75. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/144
Section
Original Article