Hubungan pes planus dan keseimbangan statis pada anak sekolah dasar

  • Zharah Yasmasitha Universitas Trisakti
  • Nuryani Sidarta Universitas Trisakti

Abstract

Latar Belakang
Keseimbangan merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan pusat massa tubuh terhadap axis tubuh untuk melawan gravitasi bumi dengan dipengaruhi oleh proses sensorik atau sistem saraf, motorik atau muskuloskeletal. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan pada anak yaitu gangguan muskuloskeletal berupa kelainan bentuk telapak kaki. Hasil penelitian yang sudah ada masih menunjukkan kontroversi sehubungan dengan hal ini. Penelitian ini dibuat untuk melihat lebih lanjut hubungan pes planus dengan keseimbangan statis terutam pada anak sekolah dasar.

Metode
Penelitian menggunakan metode studi observasional dengan desain cross-sectional yang mengikutsertakan 145 siswa-siswa SD X di Tangerang dan SD Y di Batam. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Keseimbangan statis diukur metode Standing Stork Test dan diagnosa pes planus didapatkan dengan metode Wet Foot Print. Untuk mendapatkan batas lengkung arkus longitudinal medial kaki. Analisis data dengan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0.05.

Hasil
Dari 145 responden dari studi ini, didapatkan 18 anak (12.4%) yang memiliki keseimbangan statis yang buruk dan 42 anak (29%) didiagnosa dengan pes planus. Pada kelompok 18 anak dengan keseimbangan statis yang buruk maka 16 (88.9%) diantaranya memiliki pes planus. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan statis dengan pes planus  pada anak sekolah dasar (p=0.000)

Kesimpulan
Terdapat hubungan signifikan antara pes planus dan keseimbangan statis.

Author Biography

Nuryani Sidarta, Universitas Trisakti

Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published
2020-06-30
How to Cite
1.
Yasmasitha Z, Sidarta N. Hubungan pes planus dan keseimbangan statis pada anak sekolah dasar. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Jun.2020 [cited 4Jul.2020];3(2). Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/129
Section
Original Article