Pengaruh aktivitas fisik terhadap kapasitas memori kerja pada pelajar SMA

  • Rizvialdi Rizvialdi Universitas Trisakti
  • Nuryani Sidarta Universitas Trisakti

Abstract

LATAR BELAKANG

Memori Kerja merupakan salah satu bagian dari fungsi eksekutif otak yang dinilai sangat penting untuk menunjang kemampuan proses belajar siswa sekolah. Penelitian menunjukan bahwa prevalensi anak dengan kapasitas memori kerja yang rendah adalah sekitar 15%, dan 80% anak tersebut mengalami kesulitan akademik. Hasil penelitian menunjukan hubungan kuat antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif otak, terutama memori kerja. Penelitian lain memperlihatkan korelasi lemah antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif otak. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat kembali hubungan antara aktivitas fisik dengan kemampuan memori kerja khususnya siswa SMA di Jakarta

METODE

Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional (potong-silang). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non random consecutive sampling yang melibatkan siswa SMAN 54 Jakarta. Jumlah responden yang didapat adalah sebanyak 56 siswa. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner IPAQ untuk intensitas dan frekuensi aktivitas fisik serta WISC-IV mengukur indeks memori kerja. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Gamma. 

HASIL

Terdapat korelasi antara intensitas aktvitas fisik dengan indeks memori kerja (r=0.487; p=0.023). Selain itu juga terdapat hubungan antara frekuensi aktivitas fisik dengan indeks memori kerja (r=0.220; p=0.458).

KESIMPULAN

Terdapat korelasi positif antara intensitas aktivitas fisik dan kemampuan memori kerja pada pelajar SMA. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi intensitas aktifitas fisik yang dilakukan oleh seorang siswa maka semakin tinggi pula kemampuan memori siswa tersebut.

 

Published
2019-06-30
How to Cite
1.
Rizvialdi R, Sidarta N. Pengaruh aktivitas fisik terhadap kapasitas memori kerja pada pelajar SMA. J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Jun.2019 [cited 20Jul.2019];2(2). Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/79
Section
Original Article