Review: penyakit virus corona baru 2019 (COVID-19)

Abstract

Sebuah virus corona baru diidentifikasi sebagai SARS-CoV-2, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019 dan dikenal dengan nama COVID-19. Memiliki 85% homologi dengan SARS-CoV, S-protein pada virus ini akan mengikat reseptor target (ACE2) pada manusia terutama pada paru, jantung, dan ginjal. COVID-19 memiliki masa inkubasi lebih lama dan penularannya lebih tinggi. Penularan terjadi melalui droplet saluran nafas dan kontak erat dengan penderita. Pandemi terjadi dengan sangat cepat,  hingga 19 Mei 2020 telah teridentifikasi 4.943.077 kasus dengan angka kematian 321.998 orang dari 212 negara. Gejala yang paling sering muncul adalah demam, fatique, batuk kering, myalgia, dan sesak. Tingkat keparahan penyakit meningkat pada lansia dan penderita dengan komorbid (penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit paru kronis, hipertensi, dan kanker). Infeksi ini memiliki CFR sebesar 2.3% dan komplikasi yang paling sering menyebabkan kematian adalah komplikasi pada jantung dan paru. Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat maupun vaksin untuk penyakit ini, namun penelitian guna pengembangan pengobatan dan vaksin terus dilakukan di seluruh dunia. Upaya maksimal harus dilakukan karena wabah ini mempengaruhi infrastruktur kesehatan publik, ekonomi, dan seluruh aspek di semua negara di dunia. Tindakan pencegahan adalah sangat penting sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

Author Biographies

Nany Hairunisa, Universitas Trisakti

Departemen Ilmu Kedokteran Kerja, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Husnun Amalia, Universitas Trisakti

Departemen Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Indonesia

Published
2020-06-30
How to Cite
1.
Hairunisa N, Amalia H. Review: penyakit virus corona baru 2019 (COVID-19). J Biomedika Kesehat [Internet]. 30Jun.2020 [cited 22Sep.2020];3(2):90-0. Available from: https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/132
Section
Review Article